Perempuan Part 4

[1]
At work again. The turnaround is getting to the end. Most vessels, columns and heat exchangers have been cleaned and inspected, and boxing-ups are well in progress.

Meaning I get to spend less time with work permits, and more time with humans. Quite interesting individuals, some of the contract workers are. A number of them are actually tablighi brothers, which you can rather guess from their appearance. Which may explain why I now prefer praying in the contractor’s musalla cabin instead of at the operator’s.

And yesterday I discovered yet another surprising yet pleasing thing, one of them is actually a haafidh.

Now without him knowing, I have actually started watching him, as he hands in the forms through the permit window and as he speaks to us, I quietly wonder at God’s eternal greatness, a drop of which has been bestowed to this memoriser of the Qur’an.

[2]
Apa yg membuat sesuatu amalan diterima sbg amal salih?

Adakah niat yg baik dah memadai?

Org timbulkan persoalan: “Adakah begini dibolehkan dlm Islam atau tak?” Dan aku tengok, tak kurang org yg jawab: “Bergantung pd niat.”

Adakah maksudnya, kalau niat yg baik, apa benda dan apa cara kita buat sekalipun, adalah dibolehkan?

Kat sini sebenarnya maksud kisah klasik antara seorg `abid dan seorg `alim, yg mana yg akhirnya jatuh pd tipudaya shaitan. Keinginan utk mendekatkan diri kpd Allah semata-mata tidak menjanjikan seseorg itu kenal akan Tuhannya, dan tariqah di atas mana ia perlu berada utk menuju kepadaNya.

Aku teringat al-Shaikh Al-`Uthaimin (yg baru pulang ke rahmatullah) pernah sebut, syarat amal salih ada dua: (i) Niat (ii) Ittiba`.

Yakni niat DAN ittiba`, bukan niat ATAU ittiba`. Perlu ada dua-dua dan bukan salah satu. Meaning, niat yg baik shj tak memadai, sama spt cara yg betul shj tidak memadai.

Ingatan utk diri: ittiba` adalah menuruti apa yg diturunkan oleh Allah dan RasulNya.

[3]
Beberapa sisters yg pernah aku kenal atau berurusan, adalah jugak some influence dlm diri aku.

Komitmen, pd aku mmg kami brothers tak boleh lawan dgn sisters. Organise program, dan aku tengok AJK sisters yg lebih ligat. Sanggup sacrifice anything termasuk akademik, semata-mata utk mencapai matlamat da`wah. Satu hari kat Glasgow, kami pernah buat meeting drpd pkl 8 mlm sampai 6 pagi, non-stop except utk salat, dan aku tengok brothers yg mengantuk dulu.

Satu lagi, sisters lebih straightforward drpd brothers. Kalau sisters menegur, mmg exact to the point, walaupun pedih pd telinga. Sorg pernah tegur aku depan berbelas org lain sebab lupa nak start meeting dgn al-Fatihah. Sorg lagi pernah marah aku kat berpuluh list-mailers lain, semata-mata sbb tak setuju dgn pandangan aku dlm satu artikel.

Pedih, aku akui, mmg pedih utk seketika dua masa kena tu. Tapi in the long run, teguran sbgini yg kesan positifnya lebih berpanjangan dlm diri aku.

Satu atau dua kata-kata diorg, masih aku pegang sampai sekarang. Once in a while, bila aku tersasar dr landasan, bila aku terlanjur dlm perkataan, kata-kata ni yg akan balik mengingatkan.

No wonder mothers are from women.

ukashah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s