Pantun for Melayu.com

Penatlah sudah jalan ke tanjung,
Jariku lemah memaut dulang;
Ramailah sudah tamu mengunjung,
Si tuan rumah mana menghilang?

Nangka dipanjat dahannya rapat,
Jangan digoyang sarang tebuan;
Barang dihajat belum terdapat,
Asyik terbayang hidup tak keruan.

Helang bukan sebarang helang,
Sarang di gua garang cakarnya;
Malang bukan sendiri menghilang,
Usaha dan doa itu kuncinya.

Layang beratus terbang mengasak,
Gelaplah awan umpama senja;
Duit putus hidup terdesak,
Tidakkah tuan empunya kerja?

Sepapan pangkin berkayu lepas,
Pohon pulasan jadi payungnya;
Bagaimana mungkin rezeki terlepas,
Setiap insan ada untuknya.

Ke Kuala Berang si dara yang santun,
Tinggalkan teruna pergi tak lama;
Datang seorang teman berpantun,
Salam utama kami terima.

Panggil sudah rayu pun sudah,
Tidak siapa datang tengokkan;
Jenguk sudah masuk pun sudah,
Juadah apa tuan hidangkan?

Takkanlah salah tangkap siakap,
Tolonglah tuan cabut durinya;
Manakah salah manakah silap,
Seloka tuan indah bunyinya.

Guna apa madah seloka,
Seloka ibarat racun di hati;
Pantun apa mengubat duka,
Duka diubat teman sejati.

ukashah (2000)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s